sekarang
Reda: Why didn't you fly to Mecca? It's a lot simpler.Papa: When the waters of the ocean rise to the heavens, they lose their bitterness to become pure again.
The ocean waters evaporate as they rise to the clouds. And as they evaporate,they become fresh. That's why it's better to go on your pilgrimage
on foot than on horseback,and better on horseback than by car,and better by car than by boat, and better by boat than by plane.
-Le Grande Voyage-
semoga kita semua diberi keihklasan atas waktu yang kadang melambat saat kita ingin masalah segera berlalu, dan melaju cepat ketika bahagia membuat kita ingin waktu berhenti.
Posted by radi at 7/16/2009 08:27:00 PM | 0 comments read on
gemelisik

di sini, di hutan Ardennes aku mengingatmu
dari gemerisik air yang tak lelah mencari rendah
di sini, di antara rimbunan pinus aku mengingatmu
dari bisikan angin yang membawa pesan rindu antara bukit dan lembah
di sini aku mengingatmu, dari kukuhnya bebatuan
namun sabar menanti bumi melahirkan mata air
kemudian ia biarkan air mengikisnya lembut
agar kumpulan rasa yang tertumpah tidak lagi tertahan
di sini, dari hangatnya matahari musim semi aku mengingatmu
berharap mungkin ada kata cinta dari sahutan burung-burung
di sini, di antara simfoni yang nyaris hening
entah hati menari-nari atau akalku lumpuh ketika mengingatmu
Malmedy, 24 May 2009
Posted by radi at 5/26/2009 02:11:00 PM | 1 comments read on
nada musim semi

mungkin cintaku bukan tentang bunga warna warni berbaris rapi
indah memang tapi sepertinya menyilaukan
mungkin rinduku tentang bunga liar diantara ilalang
berteman sepi dan belukar
rasaku adalah putik yang menunggu sarinya
berharap ruang bukan rekayasa pupuk dan manusia
seperti acak kemana angin membawamu
seperti naluri kemana lebah mencari madu
Labels: puisi
Posted by radi at 4/29/2009 05:17:00 AM | 3 comments read on
riak
untuk engkau yang di seberang,sepertinya rasa yang mengalir begitu meluap
atau perbedaan yang jauh ke bawah
kiranya pertautan hati hanya akan menghanyutkan
tunggulah sebentar untuk mengecilnya riak-riak
atau timbunan pasir mengikis selisih
mungkin hingga sebatas mata kaki saja
sepertinya cukup untuk mendinginkan gairah
kita duduk berdua, di tepianku atau di tepianmu..
Labels: puisi
Posted by radi at 3/27/2009 11:55:00 PM | 2 comments read on
deret
Michael: We are here because there is something wrong with the societyJim: See you'll always seeing that there is something wrong with society, but maybe there is something wrong with you
Michael: if its me then the society made me that way
(The Office, Weight Loss)
Melalui akal budi, kita dibekali kemampuan untuk mengukur hal yang benar dan yang salah. yang bijak tentunya melakukan yang benar dan meninggalkan yang salah. kesimpulannya bisa jadi adalah untuk mengejar kesempurnaan atau minimal menjadi lebih baik. Kita berpayah, berusaha.
Namun dibalik kehidupan yang seperti linear, ketika kita mencoba menilai kembali sesungguhnya yang terjadi adalah terbalik. terlalu banyak yang salah sebagaimana yang kita yakini benar.. setidaknya seperti itulah bagi saya. Mungkin jika saya dulu melakukan a ketimbang b hasilnya saya akan menjadi a dalam bayangan yang lebih sempurna bukan b dalam realita. Meski itu pun akan bergantung pada asumsi apakah kita yang sekarang adalah benar atau salah...dan itu tentu saja relatif.
Mungkin kemampuan ilmu pengetahuan menghitung kesalahan bukanlah bertujuan untuk menghilangkan kesalahan itu sendiri yang sepertinya memang tidak pernah bisa..tapi mungkin hanya sampai kepada tafsiran bahwa dalam setiap pengukuran kepastian akan selalu ada yang meleset..
seperti pasti benar itu selalu berdampingan dengan pasti salah dan cukup di situ saja.. seperti pernyataan ketidakmampuan manusia dibalik kebenaran yang diyakininya..atau mungkin pada akhirnya bukanlah akal tapi rasa, untuk menikmati dan bersyukur.
Labels: esai
Posted by radi at 2/01/2009 12:16:00 PM | 1 comments read on
duka untuk gaza
Balian of Ibelin: We defend this city, not to protect these stones, but the people living within these walls. (Kingdom of heaven)sepertinya langit di sana juga bercahaya, dengan pendaran api...juga teriakan dan raungan...tapi bukan perayaan tahun baru, bukan pula cahaya kembang api, dan bukan pula suara terompet dan teriakan kegirangan. tapi di gaza, tidak ada yang patut dirayakan karena cahaya dari mesiu berarti kematian...dan suara adalah tangis dan takbir.
tapi mengapa kita harus terpaut...apakah karena agama, karena mereka dekat kepada tempat yang disucikan...tapi klaim suci berarti kotor bagi yang lain. karena kemanusiaankah, tapi palestina terlalu jauh karena di sekitar masih banyak kegetiran dan kadang saya pun alpa untuk peduli.
entahlah tapi melihat perayaan tahun baru dan mendengar kabar gaza, mungkin hanya menunjukkan hinanya kehidupan dan mulianya kematian.
Labels: racau
Posted by radi at 1/02/2009 06:54:00 PM | 1 comments read on
aku ingin
aku ingin membuang kata, membuang rupa dan membuang suaraaku ingin melupa budaya, melupa jumawa dan melupa kuasa
tidak perlu susah mencerna cukup dalam hampa atau lepasnya nyawa
Labels: puisi
Posted by radi at 12/23/2008 03:08:00 AM | 1 comments read on
