Sunday, January 08, 2012

literal

"It would be nice walking in the rain, its beautiful"
-Gil, Midnight in Paris-

sendirian menikmati bunyi hujan, secangkir minuman hangat dan sebait do'a memang membangkitkan kenangan.. namun rupanya berdua berbasah kuyup dengan hujan, berbagi sepiring makanan hangat, dan sedikit flu telah membuatku menatap masa depan...

We can talk all night, we can talk all day
We can play charades when there is nothing to say
You turn me on to the idea of growing old
-The Idea of Growing Old, The Features-

mungkin hidup ini menjadi tidak rumit ketika kenaifan di masa lalu kita masing-masing menjadi modal kejujuran, atau ketika isi perbincangan kita bukan kata-kata mesra tapi mungkin tentang darwin dan argumennya, atau ketika kamu belum terbiasa memasak dan aku kesulitan mengendarai kendaraan roda dua ataupun empat tidak menjadi alasan berhentinya langkah bersama, atau ketika kita bersepakat kamu akan membayar kontrakan rumah dan aku akan membayar cicilan kendaraan, atau ketika kita kadang masih kesulitan merangkai lisan namun kita sama-sama berusaha belajar menabung ekstra kesabaran...

Love is a dress that you made long to hide your knees
for your days and excitement, what will you keep for to wear?
Love and some verses you hear say what you can't say
from your changing contentments, what will you choose for to share?
-Love and Some Verses, Iron and Wine-

hmm...terimakasih untuk kesederhanaan hari ini..

Friday, January 06, 2012

rahman rahim

Tuhan, dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
-Mengemis kasih, Raihan-

bagi saya cinta seperti ilmu pengetahuan.. bersifat Ilahiah.. berawal dari dan kembali kepada keabadian.. meski kita pandang sia-sia, atau tanpa arti, atau sudah kita buang jauh, atau tidak lagi kita akui, atau sudah kita baluri dengan nafsu dunia hingga ia pergi, cinta akan abadi di suatu tempat di sana.. hening dan suci, menunggu hingga saatnya Sang Pemilik kembali menitipkan kepada siapa saja yang dikehendakiNya..

bagi saya cinta seperti ilmu pengetahuan.. kesederhanaan adalah bentuk yang paling indah dari keduanya.. semoga kita yang dititipkanNya mampu merawat dengan tekun dengan penuh rasa syukur..

Saturday, November 12, 2011

mungkin

Protecting someone is not an easy thing to do, is it?
I can't stop the rain from falling on your head either.
I don't want to give up.
Even a small butterfly can cross an ocean.
"Someday, for sure," is all I can tell you,
You should believe a rainbow is coming
to the tips of your toes.
You should believe your time will come, soon, in the middle of a new breeze
-Namida wa Shitte Iru,
Rurouni Kenshin-

mungkin kita bertemu di persimpangan ini dari begitu banyak persimpangan dalam kehidupan. mungkin saja aku melihatmu atau sebaliknya dari begitu banyak lalu lalang manusia. dan jelas mungkin aku hentikan langkah untuk menunggumu datang atau sebaliknya.

mungkin kita di sini mencari tempat istirahat melepas lelah bayang-bayang masa lalu. mungkin saja kita terlalu pintar untuk merasa dibodohi kehidupan walaupun ternyata selalu sebaliknya. mungkin apa-apa yang kemarin melintas di depan kita adalah setumpuk kesalahan. tapi jelas mungkin kamu setidaknya bisa memperbaiki ceritaku atau sebaliknya kini aku menjadi ceritamu.

*cerita itu, mungkin akan datang segera di tengah angin sepoi-sepoi yang baru.

Sunday, October 02, 2011

...

"Adakah yang lebih melelahkan dari menanggung dosa?...Gusti, mugi paringa aksama, paringa kanugrahan dateng Kanjeng Nabi"
-Salawat Dedaunan, Yanusa Nugroho-

semoga untuk setiap waktu yang kita pahat... ada niat yang baik, proses yang diberkahi dan akhir yang penuh keridhaan..

Wednesday, September 14, 2011

institusi

Institutions are the humanly devised constraints that structure human interaction. They are made up of formal constraints (rules, laws, constitutions), informal constraints (norms of behavior, conventions, and self imposed codes of conduct), and their enforcement characteristics. Together they define the incentive structure of societies and specifically economies. (Nobel Prize Lecture, Douglass C. North)

dalam satu generalisasi, kita bisa bertanya mengapa sistem maupun perilaku manusia di negara maju relatif lebih beradab ketimbang negara-negara berkembang ataupun miskin. mulai dari sistem peradilan hingga budaya antri misalnya.

satu pendapat dari acemoglu adalah perbedaan dari siapa penjajah mereka dan bagaimana mereka menjajah. tapi pertanyaannya lagi adalah, mengapa para penjajah bisa berbeda memperlakukan wilayah jajahannya. jawaban acemoglu adalah malaria. wilayah dengan tingkat malaria tinggi membuat penjajah tidak nyaman membangun peradaban di sana, mereka lebih memilih eksploitasi sumber daya alam dan kemudian pergi. itulah yang membedakan jajahan inggris di asia dengan jajahan belgia di afrika. ataupun koloni penuh di amerika utara dan australia, dan tidak di malaysia ataupun india.

hipothesis ini mungkin terasa mental superioritas kulit putih. namun dominasi mereka ratusan tahun ke belakang hingga saat ini tentu saja adalah suatu realitas. dan itulah yang menjadi warna peradaban dunia saat ini.

dan di papua, sayapun kembali teringat hal ini. ketika permintaan referendum kembali memanas. mengapa papua jauh tertinggal ketimbang wilayah bekas jajahan belanda lainnya di nusantara. ketika belanda membangun kota dan sistem pemerintahan yang mapan terutama di jawa dan sumatera sementara di papua, belanda hanyalah menjadi rampok di malam hari. tentu saja alasannya adalah malaria.

dan di papua, sayapun melihat kesenjangan institusi yang begitu besar. meski saya tidak suka dengan konsep asli dan bukan asli, tapi pedagang berdarah papua di pasar hanyalah berdagang hasil yang dipetik dari alam tanpa memiliki bangunan permanen untuk berdagang, sementara para pendatang memiliki kemampuan mengolah dan meramu dengan deretan toko-toko besar.

dan di papua, sayapun melihat orde baru melestarikan gaya belanda. mengalirkan hasil sumber daya alam ke jakarta sementara penduduk sekitar menjadi penonton saja. entah ataukah merasa kesulitan membangun untuk melompat jauh dari bangsa berburu menjadi bangsa industri. sementara di jawa, memulai dari bangsa bercocok tanam saja masih kesulitan dengan pembangunannya sendiri.

seorang petugas pengawas bandara keturunan jawa yang menyewakan mobilnya menjadi taksi saat jam kerja, bercerita jika di jawa, dulu belanda masih mau mengajarkan banyak hal, sementara di papua, belanda setiap pagi memberikan susu dan roti kepada penduduk setelah mengambil hasil alam mereka.

dan di papua tuntutan merdeka masih sering terdengar. sayapun teringat mental belanda ketika indonesia merdeka.. ketika merasa bagaimana mungkin bangsa yang mayoritas buta huruf, tidak beradab, bisa mengatur diri mereka sendiri... entahlah, dan kabarnya, di jakarta para pejabat asli papua itu sering menghabiskan waktu ketimbang di kantornya nun jauh di sana.

jayapura, merauke, agustus 2011

Thursday, July 14, 2011

satu

I don't get many things right the first time
In fact, I am told that a lot
Now I know all the wrong turns, the stumbles and falls
Brought me here... And I know that I am the luckiest
-the luckiest, Ben Fold-

semoga setiap jalan yang terpilih adalah jalan yang baik... dan jauh dari sekedar topeng atas keburukan-keburukanku..

Sunday, May 15, 2011

bab

...
buku buku kututup- buku buku masa lalu yang redup

jika kau bertanya dari mana aku mengakhiri
aku tak mengerti di mana letak titik yang pasti
-Buku masa lalu, Mashuri-

semoga keikhlasan bukan hanya yang terucap, dan apa-apa yang baik dari kita bukan hanya di permukaan...

cimanggu, 12 jumadil akhir 1432