Wednesday, April 05, 2006

mata itu

mata itu jendela, ia bercerita
tatapannya malang. seolah tak ada ruang
mata itu memerah. perih, sedikit basah
ada cahaya meredup, gundah
mata itu sayu, menahan berat kehidupan
sebuah kedipan lambat-lambat, lelah
mata itu akhirnya lelap, kalah

2 comments:

Anonymous said...

ayo semangat!!!!!

ARS said...

Tatap matamu..
ingatkan aku..
pada bintang..

terang menyinari bumi...
disudut malam..
(lagunya sapa ya ini? :D)