Wednesday, November 21, 2007

logika takdir

satu konsep menyebutkan tidak ada satupun yang luput dari takdirNya tak terkecuali sehelai daun yang jatuh dari tangkainya. . yang lain menganggap Tuhan hanya sebagai pembuat jam, selebihnya ia akan berdetak sendiri. Seperti menentangkan KekuasaanNya dengan kebebasan manusia.
Sementara agama secara harfiah memberikan jalan tengah, konsep takdir dan nasib. namun kadang batasan-batasan diantara keduanya menjadi kabur, dan kita kebingungan. Jika kita singkirkan keberadaan Tuhan, hal itu tidak lagi menjadi masalah. Kehidupan, manusia sendiri yang menentukan. dari kelindan sebab akibat materi...eksistensi.
Namun kehidupan memang selalu bermasalah. Hukum alam semesta kadang tidak selalu genap...keganjilan, pertanyaan adalah keniscayaan. Akan selalu ada hal-hal yang manusia belum tahu, dan ia terus mencari jawabannya. kondisi yang tidak akan pernah sempurna, namun pencarian itu memang terus menuju kesana, Kesempurnaan...mencoba meniruNya. sepertinya itulah takdirNya atas kita.

1 comment:

Syiddat said...

Hhmm..taqdir dalam sebuah kompleksitas.

Pemahaman masing-masing manusia dalam membaca dan mempelajari ayat Qauliyah dan Kauniyah sesuai dengan kemampuan intelektual dan dzauq/kecerdasan ruhaninya..
dan diatas semua itu, tentunya ada Sang Khaliq sebagai Sang Pemilik dan Pemberi Cahaya. WallaahuA'lam bis Shawab.


Hhmm..Sepertinya..Taqdir jualah yang membuat Timnas Inggris gagal masuk Euro2008.. :)