Sunday, November 04, 2007

berpasang

Oh they thought that when we grew up,
Wed get married, and never split up.
We never did it, although often I thought of it.
-disco 2000, Pulp-

menikah, kontrak sosial dengan yang kita cintai, dengan Tuhan. ah bubarkan saja lembaga yang bernama pernikahan itu, suka sama suka sajalah, ungkap seorang teman...ah entahlah, mungkin cinta saja belum cukup, kataku...mungkin untuk melindungi wanita dan anak, sahut yang lain.
buat saja undang-undang perlindungan anak dan wanita, tidak usah menikah, ungkap seorang teman...ah entahlah, mungkin itu jika Tuhan tidak ada, kataku...ya jika begitu laki-laki sih baik-baik saja, sahut yang lain...mungkin jika hanya dari sisi kebinatangan, batinku.
budaya menikah hanya membuat tekanan-tekanan sosial, ungkap seorang teman...ah entahlah, seperti pesta, menghamburkan biaya, pesta identik dengan keramaian, sesuatu yang kurang saya suka, kataku...sementara yang lain diam, mungkin menghitung sudah berapa orang yang bertanya, 'kapan?'.
ataukah seperti opsi revivalis, menikah untuk membangun keluarga madani sebagai cikal bakal masyarakat...ah entahlah, saya terlalu individualis. jadi..kapan-kapan sajalah.

(dari obrolan empat orang yang belum menikah dan mulai mengalami tekanan-tekanan sosial, dalam sebuah mobil hendak menghadiri pesta pernikahan)

2 comments:

Syiddat said...

hhmm..tekanan sosial?

"jadi..kapan-kapan sajalah" sepertinya masih berupa tanya, bukan suatu jawaban.

Lalu...Kapan?

dewi said...

kapan?

nanti. suatu hari.