Monday, September 29, 2008

menalar hilal

jika penentuan pergantian bulan adalah posisi bulan di ufuk petang, sementara pergantian hari dalam bulan adalah tenggelamnya matahari di ujung barat. jika berdasarkan pandangan, batas adalah sejauh mata memandang, ataupun zona waktu dalam ukuran yang lebih maju. mungkin berarti bagi dua wilayah berbatasan meski selangkah...posisi berbeda hilal beberapa menit berarti berbeda hari pergantian bulan. untuk sebuah keseragaman, dipakai batas negara, tapi mungkin dua wilayah berbatasan meski satu waktu, namun harus berbeda sehari penanggalan karena berbeda penguasa. tapi perbedaan pun bukan hanya persoalan batas tapi juga perbedaan membaca waktu. berbeda metode juga berarti bisa menghasilkan kesimpulan waktu yang tidak sama. jika tanggal sepertinya hanyalah pahatan manusia atas waktu..tanggal mungkin memang tidak penting, tapi permasalahan bisa muncul karena adanya pengertian yang sakral di hari itu. tanggal mungkin memang tidak penting, tapi banyak orang bersikukuh dengan klaim penentuan hari yang suci.
apakah itu berarti aplikasi agama memang tidak bisa kembali ke asal. karena yang murni berarti mensyaratkan tidak hanya hukum dan logika tapi juga kehidupan yang sama seperti dulu, sebatas padang pasir dan berbahasa arab. atau mungkin sepertinya pertengkaran dogma dan logika adalah tali temali antara kesimpulan dan pertanyaan.

selamat lebaran
mohon maaf lahir batin

4 comments:

rani said...

jadi, jadi lebaran 2 hari ga? :D

-eh, maap lahir batin jg

Daus said...

Di negara lain, ada perbedaan ini nggak? Di kita, aroma politiknya lebih kentara kelihatannya.

radi said...

@rani: jadi dong...selasa sholat, rabu makan ketupat di kbri..

@daus:sekarang sih lagi beda, baru ngerasain enaknya lebaran duluan...hehe..ya itu konsekuensi pemerintah jadi penentu 1 syawal..

Syiddat said...

Hmm.. Lebaran? Yang "penting" mah kan acara makan-makannya :p